Minggu, 28 Maret 2010

PERUBAHAN TAURAT

Beriman kepada kitab suci Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s. adalah merupakan salah satu rukun keimanan. Allah Taala juga telah memberitahukan bahwa di dalam kitab terdapat cahaya penerangan serta petunjuk yang baik, malah Dia puji pula dengan firman-Nya, “Sungguh Kami (Allah) telah memberikan kitab pemisah (antara yang baik dan yang buruk) kepada Musa dan Harun dan menjadi cahaya serta peringatan bagi orang-orang yang bertakwa.” (Q.S. Al-Anbiya:48)

Hanya saja kitab Taurat yang pernah diturunkan kepada Nabi Musa a.s. kini sudah tidak ada sama sekali yang murni, sebagaimana diketengahkan oleh seluruh alim ulama dan kaum cendekiawan. Adapun kitab Taurat yang beredar sekarang ini sebenarnya merupakan karangan yang ditulis oleh lebih dari seorang penyusun dan ditulis dalam masa yang berlain-lainan. Sudah jelas di dalamnya banyak terdapat perubahan.

Imam Farid Wajdi berkata, “Salah satu bukti bahwa kitab Taurat sudah berubah dari kemurniannya ialah bahwa Taurat yang beredar di tangan kaum Nasrani berbeda jauh dari Taurat yang beredar di tangan kaum Yahudi."

Alquran sendiri menetapkan adanya perubahan ini dan mengecam umat Yahudi yang memasukkan perubahan pada kitab suci tersebut. Allah Taala menjelaskan hal itu dengan firman-Nya, “Apakah kamu semua menaruh harapan yang besar bahwa mereka akan beriman padamu, padahal sebagian dari mereka mendengar firman Allah kemudian mereka mengubahnya sesudah mereka mengerti dan mereka pun mengetahui mana yang sebenarnya?" (Q.S. Al-Baqarah:75)

Jadi nyata bahwa kaum durhaka sudah berani mengubah kitab suci yang diturunkan oleh Allah Taala. Tujuan pengubahan itu ialah untuk menutupi yang hak dan melalaikan bagian yang terpenting dari apa-apa yang disebutkan oleh Allah Taala dalam kitab Taurat. Maka dari itu Taurat yang kini ada di tangan mereka tidak seluruhnya benar, tetapi hanya sebagian saja.

Allah Taala berfirman, “Di antara umat Yahudi ada orang-orang yang mengubah kalimat-kalimat Allah dari yang semestinya.” (Q.S. An-Nisa:46)

Bukti yang utama atas kecaman Alquran terhadap kitab Taurat yang beredar sekarang ini dan yang bukan merupakan wahyu Allah Taala yang diturunkan kepada Nabi Musa yang dijadikan sebagai cahaya dan petunjuk, ialah terdapatnya sifat-sifat Allah dalam Taurat yang sama sekali tidak sesuai dengan kemuliaan serta keagungan-Nya.

Dalam bab Kejadian dari kitab Perjanjian Lama pasal 3 awal ayat 22 disebutkan sebagai berikut: Maka firman Tuhan Allah, “Bahwa manusia telah menjadi bagaikan seorang kita, sebab diketahuinya akan baik dan jahat.”

Terdapat pula dalam bab Kejadian, pasal 6, ayat 6 kata-kata yang berbunyi, “Maka menyesallah Tuhan sebab telah Dia jadikan manusia di atas bumi, maka ia mendukacitakan hatinya.”

Coba pikirkan baik-baik! Apakah patut menurut akal pikiran, bahwa dua kalimat di atas benar-benar firman Allah swt.? Patutkah kiranya ada manusia yang derajatnya menyamai derajat Tuhan? Patutkah Tuhan mempunyai sifat menyesal karena merasa salah melakukan sesuatu, kemudian bersedih hati dan berdukacita?

Masih banyak lagi kekeliruan-kekeliruan yang terdapat dalam Taurat karena memang sudah diubah dan diganti oleh tangan manusia yang sengaja ingin menyelewengkannya dan sama sekali tidak bertanggung jawab. Bacalah kitab Taurat sekali lagi, di situ banyak uraian yang berkenaan dengan kisah para nabi yang dilanggar dan dinodai, sifat maksum, kemuliaan serta keluhuran budi pekerti mereka semua diingkari. Coba perhatikan isi Taurat itu, kemudian selami uraian-uraian yang terkandung di dalamnya. Di situ terdapat keterangan sebagai berikut:

a. Dikatakan bahwa Nabi Ibrahim a.s. adalah pendusta besar.

b. Nabi Luth a.s. berzina dengan kedua putrinya.

c. Nabi Harun a.s. mengajak kaum Israel (Yahudi) menyembah anak lembu.

d. Nabi Daud a.s. berzina dengan istri Auria.

e. Nabi Sulaiman a.s. menyembah beberapa berhala untuk menyenangkan hati istrinya.

Patutkah semua dilontarkan kepada para nabi? Adakah lagi bukti yang lebih kuat untuk menunjukkan perubahan Taurat yang melebihi dari uraian-uraian sebagaimana yang tercantum di atas itu? Kini bukan umat Islam lagi yang mengoreksi isi kitab Taurat itu, bahkan di kalangan umat Yahudi sendiri sudah muncul beberapa pengeritik yang memberikan kecaman pedas mengenai perubahan kitab Taurat yang tidak sewajarnya. Para ahli kitab suci yang ingin mengadakan pembaharuan dalam agamanya, dengan terpaksa mengakui adanya kenyataan yang pahit ini yakni bahwa kitab Taurat sudah diubah dan banyak yang diganti dari yang sebenarnya. Seorang pemimpin mazhab dari golongan pembaharuan ini yang bernama Hakam Paris Agulian Wyl banyak memberikan pendapatnya dalam kitab yang berjudul Agama Yahudi.

PERUBAHAN INJIL

Kitab Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa a.s. sama halnya dengan kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s. Keduanya adalah firman Allah swt. yang juga merupakan petunjuk dan cahaya penerangan bagi manusia. Hanya saja Injil pun mengalami nasib yang sama dengan Taurat sudah dihinggapi berbagai perubahan dan penggantian yang dilakukan oleh tangan manusia.

Allah Taala berfirman, “Di antara orang-orang yang mengatakan, ‘Sesungguhnya kita ini orang-orang Nasrani (Kristen). Kami mengambil perjanjian dari mereka. Tetapi mereka melupakan sebagian dari apa yang telah diperingatkan kepada mereka. Oleh sebab itu Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat.’ Nanti Allah akan memberitahukan kepada mereka apa-apa yang telah mereka kerjakan. Hai Ahli Kitab (Nasrani dan Yahudi)! Sesungguhnya telah datang utusan Kami kepadamu semua untuk menjelaskan kepada kamu semua berbagai masalah dari isi Kitab yang kamu semua sembunyikan dan banyak (pula yang) dibiarkannya.” (Q.S. Al-Maidah:14-15)

Rasanya sudah cukup jelas bahwa untuk membuktikan kebenaran tuduhan tentang diubahnya kitab Injil ialah kenyataan yang menunjukkan asal mulanya kitab Injil yang beredar di tangan kaum Nasrani sekarang ini. Asal mulanya jumlah kitab-kitab Injil amat banyak sekali yakni tujuh puluh buah naskah yang dibuat oleh umat Kristen, kemudian dipilih empat buah saja yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yahya (Yohanna).

Kita-kitab Injil sebagaimana disebutkan di atas memuat tulisan dan catatan kehidupan atau sejarah hidup Nabi Isa a.s. Para pengarangnya dimaklumi dan nama-nama mereka pun tercantum di situ. Para kritikus dari golongan umat Kristen sudah mengakui bahwa apa yang kini menjadi akidah atau kepercayaan yang tertera dalam kitab Injil adalah semata-mata pendapat Paulus saja dan bukan pendapat kaum hawari (pengikut setia) Nabi Isa a.s. dan bukan pula pendapat orang-orang yang terdekat kepada beliau.



Di kota Paris terdapat sebuah perpustakaan milik salah seorang pangeran di mana tersimpan sebuah naskah kitab Injil karangan Barnaba. Kitab ini telah dicetak kembali oleh percetakan Al-Manar setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Isi dari Injil Barnabas ini sangat berbeda dengan isi kitab Injil empat macam yang tersebut di atas. Perbedaannya bukan sedikit, tetapi amat besar sekali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar